ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PADA PT ASURANSI BINTANG

(dalam jutaan rupiah)
Ringkasan Neraca 2009 2008 2007 2006 2005

Total Investasi 98,65 104,662 78,644 89,804 83,190
Total Non Investasi 45,76 95,666 103,065 92,723 91,492
Total Harta 190,07 200,328 181,709 182,528 174,682
Total Kewajiban 98,22 116,106 108,129 95,842 100,187
Pinjaman Subordinasi 4,06 4,064 - - -
Modal Dasar (dalam ribuan saham) 320 320,000 320,000 320,000 320,000
Modal Setor (dalam ribuan saham) 174,19 174,193 174,193 174,193 80,500
Nilai Nominal (rupiah) 500 500 500 500 500
Modal Setor 87,1 87,097 87,097 87,097 40,250
Sisa Laba Yang Ditahan 4,26 (1,176) (7,723) 5,485 40,043
Total Ekuitas 87,76 80,132 73,555 86,661 74,470
Ringkasan Laporan Rugi Laba
Premi Bruto 101,42 157,062 200,425 174,658 170,039
Pendapatan Premi Bersih 42,44 73,510 102,995 101,946 90,651
Beban Klaim -16,81 32,758 65,216 43,477 38,249
Komisi Neto -11,01 16,151 33,903 27,621 23,458
Hasil Underwriting 14,62 24,600 3,876 30,849 28,944
Pendapatan Investasi 8,18 23,489 9,067 5,236 5,148
Beban Usaha 30,2 36,149 36,273 36,812 35,450
Laba (Rugi) Usaha -7,41 11,940 (23,330) (727) (1,358)
Pendapatan (Beban) Lain-lain 1,32 3,410 2,031 157 3,579
Laba Sebelum Pajak -6,09 15,350 (21,299) (571) 2,221
Beban (Penghasilan) Pajak 3,28 (9,382) 9,003 1,859 (985)
Laba (Rugi) Bersih -2,81 5,698 (12,296) 1,288 3,206
Ringkasan Arus Kas
Arus Kas dari Aktivitas Operasi -24,51 (1,954) (15,076) (11,064) 6,343
Arus Kas dari Aktivitas Investasi 23,36 (2,729) 18,150 (1,631) (2,449)
Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan 0 4,064 (1,028) 13,905 (3,779)
Data Per Saham (Rp)
EPS -99 34 (71) 7 40
Nilai Buku 525 460 422 497 925
Ratio Keuangan
Kewajiban / Ekuitas ( X ) 87,76 1.45 1.47 1.11 1.35
Laba Bersih / Jumlah Harta ( % ) -2,81 2.84 (6.77) 0.71 1.84
Laba Bersih / Jumlah Ekuitas ( % ) -16 7.11 (16.72) 1.49 4.31
Hasil Underwriting / Premi Bruto 14,62 15.66 1.93 17.66 17.02
Tingkat Solvabilitas **) 146,96% 143% 123% 211% 182%

PENERAPAN ANALISA LAPORAN KEUANGAN

RINGKASAN ARUS KAS 2005 2006 2007 2008 2009
Arus kas dari aktivitas operasi 6,34 -11,06 -15,08 -1,95 24,511
Arus kas dari aktivitas investasi -2,45 -1,63 18,15 -2,73 23,361
Arus kas dari pendanaan -3,78 13,91 -1,03 4,06 0
Dari laporan arus kas tersebut diatas nampak bahwa penggunaan dana yang menonjol adalah dari aktivitas investasiyang terjadi pada tahun 2009. Dengan perusahaan telah mengadakan perluasan usahanya. Demikian pula dengan adanya aktivitas operasi dan aktivitas pendanaan dimaksudkan persiapan expansi lebih lanjut.Dari data aliran arus kas PT.ASURANSI BINTANG Tbk, dapat disimpulan bahwa perusahaan tersebut menggunakan dalam tahun 2009 sebagian  besar ekspansi dalam bentuk aktivitas investasi. 1. Analisis Kekayaan dan Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas

RATIO KEUANGAN 2005 2006 2007 2008 2009
Kewajiban / ekuitas (X) 1,35 1,11 1,47 1,45 87,759
Laba bersih (%) harta 1,84 0,71 -6,77 2,84 -2,809
Laba bersih (%) ekuitas 4,31 1,49 -16,72 7,11 -16
Premi bruto 17,02 17,66 1,93 15,66 14,615
solvabilitas 182,00% 211,00% 123,00% 143,00% 146,00%
tingkat solvabilitas minimum sebesar 120% pd tahun 2009, dari risiko kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari deviasi dalam pengelolaan kekayaan dan kewajiban. . Batas tingkat solvabilitas minimum dihitung dengan mempertimbangkan kegagalan pengelolaan kekayaan, ketidakseimbangan antara proyeksi arus kekayaan dan kewajiban, ketidakseimbangan antara nilai kekayaan dan kewajiban dalam setiap jenis mata uang, perbedaan antara beban klaim yang terjadi dan beban klaim yang diperkirakan, ketidakcukupan premi akibat perbedaan hasil investasi yang diasumsikan dalam penetapan premi dengan hasil investasi yang diperoleh, ketidakmampuan pihak reasuradur untuk memenuhi kewajiban membayar klaim dan deviasi lainnya yang timbul dari pengelolaan kekayaan dan kewajiban.Perusahaan PT ASURANSI BINTANG Tbk berada dalam keaadan solvable, karena berada diatas 100% yang menunjukkan keberhasilan perusahaan memupuk harta dari modal sendiri bukan dari hutang.

RASIO LIKUIDITAS 2009 2008 2007 2006 2005
Current Ratio 193,00% 172,00% 168,00% 190,00% 174,00%
Cash Ratio 7 6 6 7 6
Quick Ratio 700,00% 700,00% 600,00% 700,00% 600,00%
Working Capital to total assets ratio 188,00% 198,00% 180,00% 181,00% 173,00%

A. Current ratio

pada tahun 2009 mengalami tingkat yang paling tinggi hal ini berarti bahwa setiap utang lancar sebesar Rp 1,00 harus dijamin dengan aktiva lancar Rp 2,00. Dengan demikian, maka ratio modal kerja dengan utang lancar adalah 200 % sudah ditetapkan sebagai ratio minimum yang akan dipertahankan oleh perusahaan. Karena modal kerja tak lain adalah kelebihan aktiva lancar diatas utang lancar.

B. cash ratio

pada tahun 2009 memiliki tingkat yang sama dengan tahun 2006 yaitu sebesar 7 : 1 yang menerangkan bahwa pada tahun tersebut perusahaan mempunyai kemampuan untukmembayar utang yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dalam perusahaan dan efek yang dapat segera diuangkan. Setiap utang lancar Rp 1,00 dijamin oleh kas dan efek sebesar Rp 7,00

C. Quick ratio

Pada tahun 2005 sampai dengan tahun 2009 memiliki likuiditas yang sangat baik karena lebih dari 100% tingkat quick rationya, dimana pada 5 tahun terakhir PT. ASURANSI BINTANG TBK menghendaki agar utang-utang perusahaan kepada para kreditur segera harus dibayar, sehingga haruslah tersedia alat-alat likuid yang cukup sehingga pada waktunya kewajiban-kewajibannya akan dapat di penuhi oleh perusahaan-perusahaan lain yang masih mempunyai hubungan dengan perusahaan tersebut.

D. Working Capital to total assets ratioPada tahun 2009 sebesar 188 % merupakan bagian dari piutangyang terdiri dari dana yang di investasikan dalam produk yang terjual ( modal kerja ). Pengeluaran dana pada tahun 2009 berfungsi untuk menghasilkan current income bagi tahun yang bersangkutan dan sisanya untuk mengahsilkan pendapatan (income) untuk tahun-tahun berikutnya.
tahun Rentabilitas Ekonomis Keadaan Ekonomi
2005 2006 2007 2008 2009 3,5 %                  71,8%                         0 %               28,7%                           38% Buruk                            sangat   baik         sangatburuk                Break-even              baik

KET. perusahaan dalam keadaan efisien karena memiliki tingkat rentabilitas yang cukup baik yaitu 38 %, dan dapat dilihat pula pada profit margin yang bernilai 50,7%, apabila profit margin dan operating assets turnover mengalami kenaikan maka rentabilitas ekonomis juga naik. Apabila perusahaan tidak efisien maka perusahaan harus memperhatikan tingkat profit margin dan tingkat turnover off operating assets.
Dari data tersebut diatas nampak bahwa hampir semua rasio selama 5 tahun mengalami perubahan-perubahan yang menonjolUntuk tahun 2008 yang sangat\ menonjol adalah ” collection perriod ” sebesar 12 bulan yang ini berarti jauh lebih besar daripada hari pembayaran kewajiban yang telah ditetapkan sebelumnya, karena kesalahan collection policy maka mengakibatkan rendahnya net profit margin dan rasio-rasio rate of return lainnya.pada tahun 2007 baik collection policy maupun inventory policy telah berhasil dapat menempatkan perusahaan diatas rata-rata industri. dalam tahun tersebut semua rasio dari perusahaan beraada di atas rasio – rasio industri, yang ini mencerminkan keberhasilan manajemen dalam mengelola perusahaan setelah selama 2 tahun sebelumnya selalu berada dibawah rata-rata industri (below average)

2009 2008 2007 2006 2005
aktiva lancar 190,070 200,328 181,709 182,528 174,682
utang lancar 98,221 116,106 108,129 95,842 100,187
Dari data diatas nampak berbagai transaksi  yang hanya menyangkut unsur-unsur Current account saja tidak akan mengakibatkan perubahan-perubahan besar dalam modal kerja.Dengan demikian maka jumlah modal kerja hanya berubah kalau ada perubahan unsur-unsur current accounts yaitu yang disebut non corrent accounts yang mempunyai efek neto terhadap modal kerja perubahan-perubahan dari unsur-unsur non current account yang mempunyai efek memperbesar modal kerja ( sumber modal kerja ).

RASIO LEVERAGE 2009 2008 2007 2006 2005
Total debt to equity ratio 9,80% 11,60% 11,20% 11,00% 8,40%
Long term debt to equity ratio 11,00% 18,00% 15,00% 12,00% 8,00%
Tangible assets debt coverage 165,00% 20,00% 73,00% 86,00% 74,00%
Times interest earned ratio 90. 34. 60. 7 40.
A. Total debt to equity ratio
Pada lima tahun terakhir , total debt to equity ratio pada PT ASURANSI BINTANG TBK tidak melebihi 50% sehingga modal yang dijamin (utang ) tidak lebih besar dari modal yang menjadi jaminanya ( modal sendiri ). Berapa bagian dari aktiva yang digunakan untuk menjamin utang sebesar Rp 0,098,- dari setiap rupiah aktiva digunakan untuk menjamin utang.B. Long term debt to euqityratio

Pada tahun 2009 sebesar 11 %, keadaan yang demikian menggambarkan perusahaan mempunyai rasio utang yang sangat kecil sehingga perusahaan juga akan memiliki rentabilitas modal sendiri yang paling kecil pula dimana bagian dari setiap rupiah modal sendiri yang dijadikan jaminan untuk utang jangka panjang Rp 0,11,- dari setiap rupiah modal sendiri digunakan untuk menjamin utang jangka panjang.

C. Tangible Assets Debt Coverage

Pada tahun 2009 besarnya aktiva tetap tangible yang digunakan untuk  menjamin utang jangka panjang setiap rupiahnya. Setiap rupiah utang jangka panjang dijamin oleh aktiva tangible sebesar Rp 1,65,-

D. Times Interest earned ratio

Besarnya jaminan keuntungan untuk membayar bunga utang jangka panjang sebesar Rp90,-. Pada umumnya bahwa dana yang tertanam dalam aktiva tetap akan bebas secara  berangsur-angsur dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian nilai waktu dari uang akan memberikan  pemasukan atau sejumlah uang yang dibayarkan sebagai kompensasi terhadap apa yang dapat diperoleh dengan penggunaan uang tersebut.

RASIO AKTIVITAS 2009 2008 2007 2006 2005
Total assets turnover 0,05 0,08 0,18 0,15 0,13
Receivable turnover 3,5 4,064 (1,028) 13,905 (3,779)
Average collection period 1260 hari 1463 hari 370 hari 500 hari 1360 hari
Inventory turnover 0 0 0 0 0
Average days inventory 0 0 0 0 0
Working capital turnover (0,1198) 0,19 0,46 0,32 0,32

  1. Total Assets Turnover

Pada tahun 2009 kemampuan dana perusahaan yang tertanam dalam keseluruhan aktiva berputar dalam suatu periode tertentu, kemampuan modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan revenue sebesar Rp 0,05 Total assets yang ada di dalam perusahaan yang “ well finance “ hendaknya tidak kurang dari 5 % sampai 10 % dari jumlah aktiva lancer. Makin tinggi turnover ini makin baik, karena berarti makin tinggi efisiensi penggunaan kasnya.

2.  Receivable TurnoverTinggi rendahnya receivables turnover pada 5 tahun yang terakhir mempunyai efek yang langsung terhadap besar kecilnya modal yang diinvestasikan dalam piutang. Makin tinggi turnovernay berarti makin cepat perputarannya, yang berarti makin pendek waktu terikatnya modal dalam piutang. Sehingga untuk mempertahankan net credit sales tertentu dengan naiknya turnovernya dibutuhkan jumlah modal yang lebih kecil yang diinvestasikan dalam piutang pada tahun 2009, PT ASURANSI BINTANG TBK mempunyai receivable turnover sebesar 3,5 kali yang berarti dalam satu tahun rata-rata dana yang tertanam dalam piutang berputar sebesar 3,5 kali
3.   Average CollectionPada tahun 2009 PT ASURANSI BINTANG TBK mempunyai tingkat average collection period sebesar 1260 hari, hal ini menunjukkan bahwa cara pengumpulan piutangnya cukup efisien, karena mempunyai hari rata-rata pengumpulan piutang lebih kecil dari tahun sebelumnya. Ini berarti bahwa banyak para langganan yang memenuhi syarat pembayaran yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Makin kecil harinya makin baik dan sebaliknay makin besar harinya menunjukkan bahwa perusahaan mempunyai system pengumpulan piutang yang kurang efisien ( tidak baik ).
4.  Inventory TurnoverElemen persediaan barang ( inventory) tidak diperhitungkan karena dalam pembahasan ini menyangkut perusahaan asuransi yang tidak menyangkut aktivitas jual beli barang. Selain itu juga inventory dipandang sebagai elemen aktiva lancer yangtingkat likuiditasnya rendah dan pula yang paling sering mengalami fluktuasi harga dalam perusahaan dagang atau usaha dagang
5.  Average daysTidak bisa diperhitungkan juga karena menyangkut periode rata-rata menahan persediaan barang yang berada digudang. Sementara PT ASURANSI BINTANG TBK, merupakan sebuah perusahaan jasa yang tidak mengandalkan penjualan barang untuk memperoleh pendapatan.6.Working Capital Turnover

Jumlah working capital turnover pada lima tahun terakhir bernilai rendah yang menggambarkan periode perputaran modal kerja tresebut makin pendek periodenya berarti makin cepat perputarannya ( turnover ratenay ). Berapa lama periode perputaran modal kerja adalah tergantung kepada berapa lama periode perputaran dari masing-masing komponen dari modal kerja tersebut. Periode perputaran modal kerja dimulai dari saat dimana kas di investasikan dalam komponen-komponen modal kerja sampai saat dimana kembali lagi menjadi kas.

KESIMPULAN

Dari analisa rasio likuiditas dapat disimpulkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan melunasi kewajiban jangka panjang . Hal ini dapat dilihat dari jumlah aktiva lancar yang lebih besar dari hutang lancar. Jadi apabila kreditur ingin menarik semua dananya, maka perusahaan akan sanggup membayarnya. Sedangkan dilihat dari financial data dan ratios perusahaan juga memiliki kemampuan melunasi hutang menggunakan modal sendiri. Di rasio keuangan perusahaan memiliki nilai yang cukup baik. Perputaran total aktiva yang cukup tinggi menunjukkan bahwa harta perusahaan berjumlah banyak. Hal ini dapat dilihat dari tingginya total harta dibandingkan dengan total kewajiban. Perputaran investasi memiliki nilai yang cukup rendah. Hal ini dapat dilihat dari rendahnya nilai investasi perusahaan pada tahun 2009. Perputaran arus kas dari aktivitas pendanaan juga memiliki nilai yang cukup besar, yang menunjukkan bahwa pendanaan tidak terlalu besar dikeluarkan. Perputaran modal setor tinggi menunjukkan efisiennya modal yang digunakan. Sedangkan dari rasio financial data laba yang dihasilkan perusahaan cukup tinggi. Hal ini dikarenakan rendahnya biaya-biaya operasional dibandingkan dengan tingkat pendapatan. Keseluruhan kinerja perusahaan dalam keadaan baik.

Pada PT ASURANSI BINTANG Tbk memiliki Hak pemegang saham minoritas dinyatakan sebesar bagian minoritas dari biaya perolehan histories aktiva bersih. Hak minoritas akan disesuaikan untuk bagian minoritas dari perubahan ekuitas. Kerugian yang menjadi bagian minoritas melebihi hak minoritas dialokasikan kepada bagian induk. Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan anak perusahaan agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan. Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban di eliminasi pada saat konsolidasi. Investasi efek diperdagangkan disajikan sebesar nilai wajar. Laba dan rugi belum direalisasi akibat kenaikan atau penurunan nilai wajar disajikan dalam laba rugi tahun berjalan. Investasi dalam efek tersedia untuk dijual dinyatakan sebesar nilai wajarnya. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari perubahan nilai wajar diakui langsung dalam ekuitas sampai pada saat efek tersebut dijual atau telah terjadi penurunan nilai. Pada saat itu, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam ekuitas, diakui dalam laba rugi tahun berjalan.

Kenaikan (penurunan) nilai aktiva bersih unit penyertaan reksadana disajikan dalam laporan laba rugi tahun berjalan. Investasi dalam tanah dan bangunan disajikan sebesar biaya perolehan dan tidak disusutkan. Investasi dalam bentuk saham dengan pemilikan kurang dari 20% yang nilai wajarnya tidak tersedia dan dimaksudkan untuk investasi jangka panjang dinyatakan sebesar biaya perolehan (metode biaya). Bila terjadi penurunan nilai bersifat permanen, nilai tercatatnya dikurangi untuk mengakui penurunantersebut dan kerugiannya dibebankan pada laporan laba rugi tahun berjalan. Hasil investasi dari bunga deposito berjangka dan obligasi diakui atas dasar proporsional waktu dan tingkat bunga yang berlaku.

Peningkatan nilai aktiva karena penilaian kembali dikreditkan pada selisih penilaian kembali aktiva tetap dalam akun ekuitas. . Biaya pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah signifikan dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi periode yang bersangkutan. Kenaikan (penurunan) premi belum merupakan pendapatan adalah selisih antara premi belum merupakan pendapatan periode berjalan dan periode lalu. Perusahaan mereasuransikan sebagian risiko atas akseptasi pertanggungan kepada perusahaan asuransi lain dan perusahaan reasuransi. Jumlah premi dibayar atau bagian premi atas transaksi reasuransi prospektif diakui sebagai premi reasuransi selama periode kontrak reasuransi secara proporsional dengan proteksi yang diberikan. Pembayaran atau kewajiban atas transaksi reasuransi retroaktif diakui sebagai piutang reasuransi sebesar kewajiban yang dicatat sehubungan kontrak reasuransi tersebut. Penyajian pendapatan premi dalam laporan laba rugi menunjukkan jumlah premi bruto, premi reasuransi dan kenaikan (penurunan) premi belum merupakan pendapatan.

Jumlah klaim dalam proses penyelesaian (estimasi klaim retensi sendiri) ditentukan berdasarkan estimasi kerugian retensi sendiri Perusahaan dari klaim masih dalam proses penyelesaian, termasuk klaim yang sudah terjadi namun belum dilaporkan. Perubahan dalam estimasi klaim retensi sendiri diakui dalam laporan laba rugi pada periode terjadinya perubahan. Kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri adalah selisih antara klaim retensi sendiri periode berjalan dan periode lalu. Penyajian beban klaim dalam laporan laba rugi menunjukkan jumlah klaim bruto, klaim reasuransi, dan kenaikan (penurunan) estimasi klaim retensi sendiri. Pendapatan komisi dari transaksi reasuransi dicatat sebagai pengurang beban komisi, dan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya. Dalam hal pendapatan komisi lebih besar dari beban komisi, maka selisih tersebut disajikan sebagai pendapatan dalam laporan laba rugi. Beban usaha dan beban lain-lain diakui sesuai dengan manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).


KETERBATASAN ANALISIS

  1. Analisis ini tidak terlepas dari keterbatasan-keterbatasan yang antara lain disebabkan oleh :

  1. Dalam analisis ini hanya digunakan sampel perusahaan asuransi, untuk menghindari perbedaan karakteristik antara perusahaan asuransi dan bukan asuransi. Hal ini tidak dapat mewakili keadaan perusahaan seluruh Indonesia. Elemen-elemen laporan keuangan yang tidak sama dan perbedaan dalam kegiatan usaha akan berpengaruh pada perhitungan perubahan rasio keuangan dan perubahan laba. Karena pada awal pemilihan sampel perusahaan menggunakan kelengkapan laporan keuangan.

  2. Analisis ini hanya menggunakan periode pengamatan yang singkat selama 3 tahun yaitu dari tahun 2005 sampai 2009. Dengan mempertimbangkan kelengkapan laporan keuangan yang digunakan dalam analisis, maka jika lebih dari lima tahun penelitian kemungkinan akan mengurangi sample perusahaan lebih banyak. Hal ini dikarenakan sampel perusahaan dalam penelitian menggunakan kelengkapan laporan keuangan.

  3. Keterbatasan pada laporan keuangan., Pemakai laporan keuangan tidak secara langsung mengetahui keadaan dan kesehatan perusahaan tersebut . Karena laporan keuangan yang dipublikasikan tidak menggambarkan keadaan asli perusahaan.

SARAN

Tujuan dari perusahaan adalah untuk meningkatkan laba. Sedangkan untuk meningkatkan laba itu sendiri dapat dilakukan dengan meningkatkan pendanaan disamping meminimalkan biaya-biaya. Diusahakan perputaran pendanaan asuransi yang cukup baik dapat ditingkatkan. Pinjaman jangka panjang mungkin tidak dapat dihindarkan asalkan dapat meningkatkan pendapatan itu sendiri. Misalnya pinjaman untuk perluasan usaha.

Penulis menyadari tidak ada analisis yang sempurna, untuk itu saran –saran untuk analisis berikutnya adalah sebagai berikut :

    A. Untuk periode pengamatan hendaknya melakukan penelitian dengan periode yang lebih lama.

    B. Untuk penelitian-penelitian berikutnya hendaknya menggunakan rasio-rasio keuangan lainnya yang dapat mempengaruhi perubahan laba, karena masih banyak rasio-rasio keuangan yang berpengaruh dalam memprediksi perubahan laba.


REFERENSI

  1. 2008043001392401312057 ( PDF)

  2. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN ( PDF )

  3. ASBI { ASURANSI BINTANG TBK,} ( PDF )

  4. ASRM_LK_TW_III SEPT 2009 NOTES ( PDF )

  5. LAPORAN. KEUANGAN 30 SEPTEMBER 2009 PT. ASBI TBK ( PDF )

  6. LAPORAN KEUANGAN TRIWULAN III TAHUN 2006 DAN 2005 ( PDF )

  7. ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LABA RUGI (PDF )

  8. LAPORAN KEUANGAN PT ASBI TAHUN 2008 DAN 2007

About these ads
Explore posts in the same categories: Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: